Allah Dulu
Author:
Unknown
Book:
»
cerita kecil
Paling tidak suka kalau motor tiba-tiba bermasalah di jalan sendirian. Rasanya malu kalau harus menuntun motor di pinggir jalan. Aneh juga sih, kenapa malu? Bukan motor curian pula. Tapi, masalahnya kalau tidak yakin akan menemukan bengkel di sepanjang jalan itu, tidak siap mental rasanya menarik perhatian orang-orang dengan adegan memelaskanku ini.
Tapi hidup biasanya suka sekali mempertemukan kita dengan hal yang tidak kita inginkan.
Suatu hari, saat matahari sedang begitu semangat, tepat di depan Gang Pocin Margonda, tiba-tiba mesin motorku mati. Dengan memberikan gaya tolakan telapak kaki dengan aspal, ku arahkan motor untuk segera menepi. Ku nyalakan starter otomatisnya, gagal. Ku coba starter manual sekuat tenaga dengan kaki kananku, tidak ada reaksi apa-apa juga. Huh, jangan suruh aku menuntun motor ini tanpa kejelasan, jangan.
Ku perhatikan orang-orang sekitarku dan berusaha melakukan telepati dengan mereka, "Aku butuh bantuan, aku butuh bantuan, aku butuh bantuan..", namun tidak seorangpun menggubrisnya. Lalu aku perhatikan tukang ojek yang mangkal tepat di sebelahku, huh, mengapa mereka tidak peduli seperti itu? Mungkin perlu ada kalimat permintaan tolong resmi agar mereka mengerti. Baiklah, mereka kan tukang ojek, pasti bisalah mengatasi masalah motor seperti ini. Kan kalau begitu artinya aku tidak perlu menyelusuri jalan mencari bengkel. Tapi, kalau tiba-tiba aku "maksa" minta tolong dibetulkan oleh mereka, aku akan terlihat sebagai perempuan yang lemah. Jadi, aku tanya saja di mana letak bengkel terdekat, masa mereka tega menyuruhku panas-panas begini menuntun motor sampai ke bengkel? Hiks hiks, tapi mereka ternyata tega, "Di sana neng! Lurus aja! Atau ke sana!", hiks, ke mana? mana? Mereka tidak bisa diharapkan.
Kemudian aku putar otak lagi, ahaaa, SMS mama. Semoga mama segera mengirimkan papa untuk menolongku di sini. Tapi, kalau aku minta dijemput gara-gara motor mati, kesannya aku manja sekali.
Kirim SMS: "Ma, motornya mati di jalan"
Balasan SMS (Yang diharapkan): "Ya, tunggu di situ nanti papa jemput"
Balasan SMS yang diterima: "Cari bengkel"
Hiks :(
Eh, tiba-tiba terngiang-ngiang suara Ustadz Yusuf Mansur, "ALLAH DULU, ALLAH LAGI, ALLAH TERUS"
Astagfirullah, kenapa aku berharap ke manusia? Harusnya aku minta tolongnya ke Allah.
Lalu, aku pun mengelus-ngelus motor sambil beristigfar dan menambahkan satu kali bacaan shalawat. Dan lalu ku ucapkan kalimat basmallah seraya menyalakan starter otomatisnya. Alhasil, ternyata benar, minta tolong tuh harus ke Allah dulu, walaupun untuk urusan motor-apalagi cuma masalah motor- ini adalah perkara sangat mudah bagi Allah.
Posted by Unknown
Posted on




